Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Oktober 2014

Ini Konsekuensi Yang Mesti Dihadapi Jika Internet Indonesia Benar-Benar Mati



Menyikapi persoalan polemik hukum yang mengancam keberadaan para perusahaan penyedia jasa internet (ISP), yang berujung pada bakal terjadinya shutdown atau matinya koneksi internet di Indonesia (internet blackout), jelas akan membawa dampak kerugian besar berskala nasional. Terlepas dari sebab persoalan yang hingga kini masih menimbulkan kontroversi dan persepsi di masyarakat, ada beberapa konsekuensi yang mau tak mau mesti dihadapi jika internet blackout di Indonesia benar-benar terjadi.
Seperti yang dikatakan oleh Onno W. Purbo, seorang pakar IT Indonesia yang juga menggalang petisi online mengenai permasalahan ini. Ia menuturkan, ada tiga konsekuensi besar yang bakal menjadi dampak negatif jika para ISP benar-benar mematikan koneksi internet dalam beberapa waktu ke depan.
Dikutip dari halaman petisinya di Change.org, berdasarkan beberapa referensi valid yang ia ambil, “kiamat internet” bagi Indonesia ini akan berdampak secara sistemik terhadap industri finansial. Tak main-main, jika hal ini benar terjadi, diperkirakan akan terjadi kemacetan transaksi keuangan yang mencapai ratusan miliar rupiah per harinya, mengingat transaksi industri ini sangat bergantung pada jaringan internet. Dijabarkan, rata-rata transaksi keuangan mencapai sebesar Rp 1,5 miliar per menit yang jika dijumlahkan bisa mencapai Rp 90 miliar per jamnya.
Di luar dampak kemacetan finansial yang akan terjadi, Onno juga menyikapi internet blackout jelas akan membuat 71 juta pengguna internet di seluruh Indonesia tidak dapat mengakses internet. Hal ini pula akan memberikan dampak negatif yang luar biasa besar bagi industri bisnis online yang juga sangat bergantung dari para pengguna. Jika benar terjadi, besaran kerugian yang akan timbul mungkin bisa tak terhitung, dan bisa saja akan banyak pebisnis online yang gulung tikar. Selain itu, jangan salahkan pula jika para investor asing dan pemain industri online global secara serempak akan hengkang dari Indonesia.
Tak sampai situ, ironisnya, wacana internet blackout justru muncul di tengah harapan kemajuan infrastruktur internet di Indonesia yang tengah digalakkan oleh banyak pihak, bahkan oleh pemerintah Indonesia sendiri. Menurut Onno, otomatis target dari 50% bangsa Indonesia bisa mengakses internet di tahun 2015 tidak akan tercapai. Dengan begini, upaya besar yang telah dijalankan seperti misalnya yang dilakukan oleh MNC, Telkom Akses, dan beberapa entitas lain yang sama-sama memiliki target perluasan jangkauan internet di seluruh wilayah Indonesia akan berakhir sia-sia.
Tak ada harapan lain lagi selain berharap bahwa wacana ini bisa berlalu begitu saja. Seperti yang telah kami katakan beberapa waktu lalu, pembuatan landasan hukum yang kuat bagi penyelenggara jasa internet adalah harga mati yang tak bisa ditawar. Dalam petisinya, Onno juga menuntut agar pemerintah bisa kembali ke UU Telekomunikasi yang melindungi, serta membenarkan para ISP untuk bisa menyewa bandwidth ke operator tanpa perlu izin frekuensi.
Demi kemajuan bersama, semestinya hal ini bisa menjadi salah satu perhatian yang diprioritaskan oleh pemerintah, terlebih pada pemerintahan baru yang mengklaim bahwa salah satu fokusnyaadalah memajukan sektor industri IT Indonesia di masa mendatang.Menyikapi persoalan polemik hukum yang mengancam keberadaan para perusahaan penyedia jasa internet (ISP), yang berujung pada bakal terjadinya shutdown atau matinya koneksi internet di Indonesia (internet blackout), jelas akan membawa dampak kerugian besar berskala nasional. Terlepas dari sebab persoalan yang hingga kini masih menimbulkan kontroversi dan persepsi di masyarakat, ada beberapa konsekuensi yang mau tak mau mesti dihadapi jika internet blackout di Indonesia benar-benar terjadi.
Seperti yang dikatakan oleh Onno W. Purbo, seorang pakar IT Indonesia yang juga menggalang petisi online mengenai permasalahan ini. Ia menuturkan, ada tiga konsekuensi besar yang bakal menjadi dampak negatif jika para ISP benar-benar mematikan koneksi internet dalam beberapa waktu ke depan.
Dikutip dari halaman petisinya di Change.org, berdasarkan beberapa referensi valid yang ia ambil, “kiamat internet” bagi Indonesia ini akan berdampak secara sistemik terhadap industri finansial. Tak main-main, jika hal ini benar terjadi, diperkirakan akan terjadi kemacetan transaksi keuangan yang mencapai ratusan miliar rupiah per harinya, mengingat transaksi industri ini sangat bergantung pada jaringan internet. Dijabarkan, rata-rata transaksi keuangan mencapai sebesar Rp 1,5 miliar per menit yang jika dijumlahkan bisa mencapai Rp 90 miliar per jamnya.
Di luar dampak kemacetan finansial yang akan terjadi, Onno juga menyikapi internet blackout jelas akan membuat 71 juta pengguna internet di seluruh Indonesia tidak dapat mengakses internet. Hal ini pula akan memberikan dampak negatif yang luar biasa besar bagi industri bisnis online yang juga sangat bergantung dari para pengguna. Jika benar terjadi, besaran kerugian yang akan timbul mungkin bisa tak terhitung, dan bisa saja akan banyak pebisnis online yang gulung tikar. Selain itu, jangan salahkan pula jika para investor asing dan pemain industri online global secara serempak akan hengkang dari Indonesia.
Tak sampai situ, ironisnya, wacana internet blackout justru muncul di tengah harapan kemajuan infrastruktur internet di Indonesia yang tengah digalakkan oleh banyak pihak, bahkan oleh pemerintah Indonesia sendiri. Menurut Onno, otomatis target dari 50% bangsa Indonesia bisa mengakses internet di tahun 2015 tidak akan tercapai. Dengan begini, upaya besar yang telah dijalankan seperti misalnya yang dilakukan oleh MNC, Telkom Akses, dan beberapa entitas lain yang sama-sama memiliki target perluasan jangkauan internet di seluruh wilayah Indonesia akan berakhir sia-sia.
Tak ada harapan lain lagi selain berharap bahwa wacana ini bisa berlalu begitu saja. Seperti yang telah kami katakan beberapa waktu lalu, pembuatan landasan hukum yang kuat bagi penyelenggara jasa internet adalah harga mati yang tak bisa ditawar. Dalam petisinya, Onno juga menuntut agar pemerintah bisa kembali ke UU Telekomunikasi yang melindungi, serta membenarkan para ISP untuk bisa menyewa bandwidth ke operator tanpa perlu izin frekuensi.
Demi kemajuan bersama, semestinya hal ini bisa menjadi salah satu perhatian yang diprioritaskan oleh pemerintah, terlebih pada pemerintahan baru yang mengklaim bahwa salah satu fokusnyaadalah memajukan sektor industri IT Indonesia di masa mendatang.

Rabu, 01 Oktober 2014

Cara Daftar Paket Internet Smartfren Terbaru SMARTFREN CONNEX


Bagaimana cara daftar paket internet smartfren ? Saat ini, teknologi internet seperti menjadi sebuah kebutuhan. Bukan hanya bagi kalangan orang-orang penting saja, tapi juga semua kalangan. Memilih provider penyedia layanan internet terbaik adalah suatu keharusan pula. Salah satu provider tersebut adalah Smartfren. Siapa yang tidak tahu Smartfren? Ya, Smartfren merupakan salah satu broadband penyedia layanan telekomunikasi yang cukup terkemuka di Indonesia. Lihat saja, begitu banyak iklan Smartfren yang bisa dilihat di TV, Koran, majalah maupun di spanduk sepanjang jalan. Tampaknya iklan-iklan tersebut mampu membius masyarakat sehingga pengguna Smartfren pun semakin banyak. Smartfren juga merupakan operator telekomunikasi pertama di dunia yang yang menyediakan layanan CDMA EV-DO Rev.B atau setara dengan 3,5G dengan harga terjangkau.

Keunggulan Paket Internet Smartfren Memang sangat menyebalkan apabila kita sedang asyik internetan tapi tiba-tiba kecepatannya menjadi sangat lambat gara-gara kuota internet habis. Dengan Smartfren anda tidak akan mengalami hal itu lagi. Ada banyak sekali keunggulan Smartfren dibandingkan dengan operator lainnya, karena: 
  1. Harganya yang murah dan sangat terjangkau menjadi kelebihan utama Smartfren.
  2. Aksesnya cepat. Jika dibandingkan dengan provider lain yang biasanya kecepatan internet menjadi sangat lambat ketika kuota habis, Smartfren tidak dibatasi dengan kuota jadi kecepatan akses internet tetap stabil kecuali jika memang sedang error. 
  3. Saat harga paket internet dinaikkan, kecepatan aksesnya pun juga dinaikkan. Misalnya dulu yang harga paketnya Rp 45.000 per bulan dengan kecepatan 153kbps, dinaikkan harganya menjadi Rp 49.000 per bulan dengan kecepatan naik 350kbps lebih.

Cara daftar paket internet smartfren Smartfren menyediakan layanan akses internet dengan kualitas yang baik namun tidak membuat harganya mahal, malah cukup murah untuk berbagai kalangan. Jika anda baru saja beralih menggunakan Smartfren dan belum tahu cara mendaftar paket internetnya.

Paket Volume Based


Paket  Volume Based Auto Renewal

Paket Internet Volume Based dengan Auto Renewal adalah Paket Internet Volume Based yang secara Otomatis akan diperbaharui di setiap akhir masa berlaku Paket tersebut, sehingga anda tidak perlu lagi repot untuk membeli Paket Internet setiap Bulan-nya. Internetan, kini jadi lebih mudah.




Internet Malam

Kini tersedia juga paket tambahan untuk internet malam hari yang dapat digunakan mulai pukul 01.00 - 06.59 WIB dengan super kuota 12 GB untuk Anda yang membutuhkan layanan data dengan kuota melimpah.


Paket Unlimeted